Pesan dari content writer: Jangan mau dibayar murah! Jangan mau beli artikel murah!

Aku ga layak menyebut diriku sebagai blogger. Pasalnya, meski punya blog, isinya cuma copy-an tugas mata kuliah writing beberapa tahun yang lalu, yang baru aku sadari ternyata kualitasnya buruk. Maklum lah, waktu itu aku masih belajar. Sekarang pun masih belajar, tapi bahasa Inggrisku sudah mendingan, kok. [Memuji diri sendiri]

Karena ini blog sepi tulisan, baru saja aku memutuskan untuk update blog dengan beberapa coretan yang kutemukan di folder lepi. Coretan semasa galau. Dahulu kala aku sering mencurahkan kegalauanku dalam tulisan. Hahaha.

Meski begitu, di luar dunia blogging aku masih menulis. Demi cari uang saku. Tepatnya sejak masa-masa KKN ketika beasiswaku terancam putus. Saat itu aku diperkenalkan dengan dunia content writing, menulis artikel untuk blog dan website [entah aku pun tak paham apa beda keduanya]. Job menulis pertamaku untuk blog kesehatan; menulis artikel dalam bahasa Inggris sekaligus update sendiri di blognya. Ya, aku diberi username dan password untuk blog itu.

Klien keduaku punya wesite tentang home and furniture design. Kerjaku cuma kirim 2 artikel berbahasa Inggris masing-masing 150 kata setiap hari. Yup, ringan banget menulis sependek itu. Bisa dikerjakan sambil merem. Gajian sebulan sekali, 350rb.

Klien ketigaku sebuah penyedia jasa artikel yang mempekerjakan beberapa penulis untuk membuat artikel berdasarkan kata kunci tertentu dan menjualnya kepada pemilik blog untuk meng-update isinya. On the bright side, aku bisa mencairkan honor kalau sudah mencapai 100rb, ga harus menunggu akhir bulan. Downside-nya, artikelnya dihargai sangat murah, cuma 5.000-7.000 rupiah per artikel yang panjangnya minimal 300 kata beserta deskripsi 10 gambar dengan minimal 10 kata. Nah, total 400 kata.

Well, dengan bayaran serendah itu jujur saja aku malas menulis setelah beberapa hari. Yah, setidaknya aku berkesempatan melatih bahasa Inggrisku [ga mau nyesel!].

Klien keempatku bukan pemilik blog tapi seorang penulis yang punya akun di sebuah blog travel. Blog travel ini membayar penulis yang menyumbang artikel di sana, dan aku menulis untuk penulisnya. Tapi bayarannya mendingan, 3 dollar USD per artikel 500 kata. Lumayan, terutama kalau dolar pas naik. Tapi, kualitas perlu dijaga. Revisi bukan hal biasa.

Klien kelimaku aku temukan di salah satu situs freelancer, sebuah grup penulis niche, bayarannya lebih mendingan lagi, 6 dollar USD, dengan kriteria tulisan yang lebih ketat.

Yah, begitulah lika-liku penulis bayaran di dunia maya. Kecil banget bayarannya, terutama kalau berurusan dengan klien lokal. Rata-rata penulis artikel cuma dibayar 5.000 rupiah. Seriously, sebenarnya kualitas macam apa yang diharapkan para calon pembeli artikel dengan membayar semurah itu?

Iya sih murah, tapi kualitasnya?

Dari segi penulis, jujur aku ‘aras-arasen’ [males] dan ga rela memberikan kualitas tulisan yang bagus dengan bayaran segitu.

Tapi memang entah kenapa penyedia artikel lokal kebanyakan tidak menghargai kerja otak. [Menulis itu melelahkan lho!] Penulis konten sepertiku kalau mau bayaran yang mendingan harus cari klien dari luar negeri. Mereka menghargai kerja otak dengan 3-6 dollar, yang kalau dikonversikan ke dalam rupiah sekitar 40-80 ribu untuk artikel sepanjang 500-800 kata. Dan tentunya sebagai penulis, aku lebih ‘niat’ mengerjakan tulisanku, meski hanya kerja sambilan.

Mereka pun tidak sembarang menerima artikel. Tidak cukup mentah-mentah dari penulis kemudian langsung dibayar. Ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi penulis dalam tulisannya. Ada editor yang kerjanya proof-read tulisan yang disetorkan penulis. Kemudian penulis harus bersedia merevisi tulisannya jika diperlukan.

Prosesnya memang agak panjang, tapi kualitasnya tentu beda level dengan tulisan seharga 5.000 rupiah. After all, mereka membayar mahal tentu ga mau rugi. Dan penulis, dibayar mahal tentu merasa bertanggung jawab.

Nah, baru-baru ini aku menemukan ternyata di Indonesia juga ada penyedia jasa artikel lokal yang quality control-nya udah macam penulis niche asing yang kuceritakan tadi. Namanya Kontenesia, kutemukan beberapa bulan yang lalu dari salah satu grup di Facebook yang aku ikuti. Iseng-iseng saja aku mendaftar di sana. Ada seleksi untuk masuk Kontenesia; calon pendaftar harus mengirimkan salah satu artikel yang pernah ditulis. Dan voila, aku diterima.

Sejak masuk di Kontenesia, aku sudah ga lagi menulis di tempat lain. Sudah cocok dengan Kontenesia. Sudah cocok dengan orang-orangnya. Dan, more importantly, aku ga perlu lagi mencari klien sendiri, karena  aku pemalas, dan buruk dalam hal negosiasi dengan klien. Pun, aku bisa memutuskan kapan aku bisa bekerja sesuai mood terbaik. Karena, meski aku ga mengambil pekerjaan, masih banyak teman-teman penulis lain yang bersemangat mengerjakannya.

In other words, aku bisa bekerja seenaknya sendiri kapanpun aku mau. Hahaha. [plak!]

Tapi memang harus kuakui sistem yang dipakai Kontenesia adalah yang terbaik dari beberapa penyedia jasa artikel yang aku tahu. Ga hanya menjaga kualitas tulisan artikel, tapi juga sesuai deadline. Dengan sistem yang bagus, semua berjalan baik. Klien puas. Warga Kontenesia pun riang.

Memang harga artikel di Kontenesia lumayan mahal dibanding penyedia jasa artikel lokal lainnya, but that is exactly why calon penulis dan calon pembeli harus beralih ke Kontenesia.

Kalau sudah membaca curhatan panjang lebarku ini, kamu pasti paham apa yang kumaksud. Penulis lebih terpacu memberikan tulisan berkualitas jika dihargai selayaknya. Artinya, klien akan mendapatkan isi blog yang berbobot dan menarik. Win-win solution, kan?

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s