5 Hal Yang Wajib Kamu Bicarakan dengan Pasangan Sebelum Sesi Foto Prewedding

Pernah lihat foto calon mempelai yang tercantum di dalam kartu undangan pernikahan, souvenir pernikahan atau dipajang sebagai penghias ruangan di tempat resepsi pernikahan? Nah, itu adalah hasil dari foto prewedding. Biasanya berupa foto kedua mempelai berpose bersama atau terpisah, tergantung dari keputusan dan konsep dari masing-masing orang. Well, karena dalam agama tertentu mempelai pria dan wanita tak boleh nempel-nempel apalagi berpose berdekapan sebelum para saksi serempak teriak ‘sah!’.

Foto prewedding ini, meski tidak wajib ada dalam pernikahan, sudah jadi semacam bumbu pelengkap untuk wedding itu sendiri. Fotonya pun bukan asal jepret, tapi diambil oleh fotografer profesional. Mempelai pun mengenakan pakaian necis, berpose manis, di lokasi strategis, hingga hasil fotonya tampak romantis.

Nah, untuk mendapatkan hasil foto prewedding yang memuaskan, diperlukan rencana yang matang. Meski tampaknya repot ya, sudah memikirkan seabreg rencana pernikahan masih harus memikirkan prewedding. Tapi kan…ada pasangan. Di mana aku dan kamu telah menjadi kita dan mengambil keputusan pun dengan dua kepala, untuk dua jiwa. Maka, prewedding pun sebaiknya dibicarakan dengan pasangan. Lalu apa saja yang perlu dibicarakan? Simak kelima poin berikut.

Budget

Memang sengaja banget budget diposisikan nomor satu. Kenapa? Ketika sedang membicarakan pernikahan dan persiapannya, ada begitu banyak tetek-bengek yang harus direncanakan dan dipikirkan matang-matang, dan semua itu pasti tak akan terlepas dari yang namanya ‘uang’, bahkan untuk perkara remeh-temeh sekalipun. Makanya, rencana anggaran perlu dibicarakan baik-baik. Jangan sampai di belakang kaget lihat sisa saldo di buku tabungan.

Pun prinsip masing-masing orang dalam melihat esensi pernikahan berbeda-beda. Meski banyak yang menginginkan pernikahan yang mewah untuk upacara sekali seumur hidup ini, sebagian lainnya lebih nyaman dengan pernikahan sederhana dengan melibatkan hanya orang-orang terdekat saja tanpa mengurangi kesempurnaan dari pernikahan itu sendiri. Nah, sila menyelaraskan prinsip dulu dengan pasangan, lalu bicarakan budgeting dengan matang, termasuk budgeting untuk prewedding photo shoot.

Konsep

Idealnya foto prewedding menceritakan banyak hal tentang calon pengantin sebagai pasangan. Bukan sekadar dua sejoli yang berpose elok di depan kamera, tetapi mencerminkan kedalaman kasih yang kalian bagi sepanjang kisah perjalanan yang mengantarkanmu hingga ke depan pintu gerbang pernikahan ini. Nah, untuk bisa menyampaikan kisah kasih ini ke dalam bingkai, kamu perlu menentukan konsep untuk foto prewedding yang mampu mencerminkan kepribadian kalian sebagai pasangan.

Ada beberapa konsep yang lagi tren untuk foto prewedding: glamor, kasual, tradisional, tematik, dan alam terbuka. Bahkan baru-baru ini ada konsep yang ekstrim, foto prewedding di pinggir jurang. [Note: jangan dicoba kecuali dengan kelengkapan safety yang memadai.]

Lokasi

Sebelum menentukan lokasi, tentukan dulu indoor atau outdoor? Untuk lokasi indoor, photo session bisa dilakukan sekaligus di vendor penyedia jasa fotografi. Untuk lokasi outdoor, sebaiknya cari lokasi yang menawarkan nuansa tersendiri yang mendukung konsep yang kamu usung. Misalnya, konsep alam terbuka, carilah situs dengan pemandangan alam yang memukau. Sila survey lokasi di sini.

Kostum dan make-up

Salah satu kesalahan yang sering dibuat dalam foto prewedding adalah mengenakan kostum dan make-up yang terlalu mewah karena ingin tampak ‘wah’ sehingga justru terlihat ‘bikin pangling, alias mirip orang lain. Perlu diingat juga bahwa kamu tak sendirian di foto itu, you are with your soulmate. Pastikan kostum dan make-up yang kalian kenakan tampak serasi dan saling melengkapi, bukannya kontras dan berjarak. Dan sebaiknya dress yang kamu kenakan untuk foto prewedding tidak tampak lebih mewah dari dress yang akan kamu kenakan saat wedding. Save the best for the wedding.

Memilih vendor wedding photography

Cara termudah menilai pekerjaan fotografer adalah dengan menilik hasil fotonya. Fotografer professional biasanya memiliki website yang memamerkan sejumlah hasil karyanya, seperti misalnya Himago. Jelajahi saja galerinya dan temukan foto-foto hasil jepretan profesionalnya.

Untuk lebih meyakinkan diri, kamu bisa melakukan interview singkat dengan menanyakan pengalamannya, berapa poyek yang sudah ditangani, konsep apa saja yang pernah dieksekusi, dan sebagainya. Dan yang terpenting, jangan ragu untuk melakukan perbandingan. Namanya juga memilih. Kalau hanya melihat satu vendor saja, mana bisa disebut memilih. Ya, kan?

Dan di atas itu semua, ketika membicarakan hal-hal itu tadi, hargailah pendapat pasangan. Keputusan untuk menikah bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja. Sepasang kekasih yang akhirnya memutuskan untuk menikah pastinya telah melewati banyak hal bersama dan telah siap untuk menghadapi lebih banyak hal lagi bersama-sama. Pokoknya serba bersama, karena itulah esensi dari urip bebrayan (bahasa jawa: hidup berumah tangga). Sudah tak ada lagi aku dan kamu. Hanya ada kita.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s